Profil

Idul Adha I430 H (kegembiraan sekaligus kesediahan)
Islam adalah agama agung. begitulah saya mengatakan. Alasannya bukan ayat atau hadits yang saya akan sampaikan tetapi lebih kepada tradisi di dalamnya. 2 hari raya saya kira sudah cukup membuktikannya. Tidak ada agama lagi selain Islam di dunia ini yang memiliki 2 hari raya (2 hari yang agung) .Idul Fiti yang merupakan hari raya manusia yang kembali kepada kesucian (fitrah).
Idul Adha (di Republik Indonesia, Hari Raya Haji, bahasa Arab: عيد الأضحى) adalah sebuah hari raya Islam. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika nabi Ibrahim (Abraham), yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, akan mengorbankan putranya Ismail, kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba.
Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan shalat Ied bersama-sama di tanah lapang, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah shalat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.
Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam.
Pusat perayaan Idul Adha adalah sebuah desa kecil di Arab Saudi yang bernama Mina, dekat Mekkah. Di sini ada tiga tiang batu yang melambangkan Iblis dan harus dilempari batu oleh umat Muslim yang sedang naik Haji.
Hari Idul Adha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim.
Di Indonesia sendiri hari raya ini diperingati sangat antusias sekali dari kalangan anak-anak hingga tua renta. kalau antusias malam takbirannya sih ga apa-apa. tapi sayang beribu sayang bukan itu tapi ketika acara pembagian daging kurban. ribuan orang berburu daging kurban seberat 2,5 kg, dengan tidak menghiraukan keselamatannya. terinjak-injak, pingsan, berdesak-desakan bahkan sampai ada yang meninggal yang sudah dianggap sekarang ini merupakan penomena biasa. sebegitukah miskinnya orang indonesia.
janji apakah dari panitia atau pemerintah yang berwenang untuk perbaikan pembagian daging kurban dari dulu sampai sekarang tidak ada bukti sama sekali. tiap tahun kejadian semula terjadi dan tidak jauh berbeda. ada apa sebenarnya? apakah kita ingin hari raya yang suci ini dikotori dengan kejadian-kejadian yang memalukan menurut agama lain? mereka tersenyum senang melihat kejadian menimpa umat Islam.Mereka bertepuk tangan melihat umat islam kacau.
sudah saatnyalah pemerintah dan panitia bersatu padu membuat perencanaan jauh hari sebelum hari idul adha. bagiamana metoda dan teknis pembagian yang tepat sasaran dan tepat dalam pendistribusian.

INCIAN FORMASI PENERIMAAN CALON PEGAWAI PNS DEPAG 2009

RINCIAN FORMASI PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL ( PNS )
DEPARTEMEN AGAMA TAHUN ANGGARAN 2009

Unit Kerja : Sekretariat Jenderal
NO. KUALIFIKASI PENDIDIKAN GOL JUMLAH PENEMPATAN
a. Analis Jabatan S1 Administrasi Negara III/a 1 Biro Kepegawaian
S1 Hukum/ Ilmu Hukum III/a 1 Biro Hukum dan KLN
S1 Komunikasi III/a 1 Pusat Informasi Keagamaan & Kehumasan
S1 Ushuluddin III/a 1 Biro Kepegawaian
b. Penata Laporan Keuangan S1 Akuntansi III/a 1 Biro Kepegawaian
III/a 1 Biro Perencanaan
III/a 1 Biro Keuangan & BMN
c Pranata Komputer S1 Teknik Informatika/ Komputer/ Sistem Informasi III/a 1 Biro Kepegawaian
III/a 1 Biro Organisasi dan Tatalaksana
III/a 1 Biro Umum
III/a 1 Pusat Kerukunan Umat Beragama
d. Calon Psikolog S1 Psikologi III/a 2 Biro Kepegawaian
e. Penghubung Antar Lembaga S2 Bahasa Inggris III/b / III/a 1 Biro Hukum dan KLN
S2 Bahasa Arab III/b / III/a 1 Biro Hukum dan KLN
15
An. Sekretaris Jenderal
Kepala Biro Kepegawaian
Ali Hadiyanto
NIP. 19600904 198803 1 001
RINCIAN FORMASI PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL ( PNS )
DEPARTEMEN AGAMA TAHUN ANGGARAN 2009
Jakarta, Oktober 2009
Jumlah
NOMOR : B.II/1-a/KP.00.3/ /2009
NAMA JABATAN
1

Penerimaan CPNS di Lingkungan Depag (Ketentuan & Syarat)



DEPARTEMEN AGAMA R.I.
SEKRETARIAT JENDERAL
Jalan Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta
Telepon 3811244, 3811642, 3811654, 3811658,
3811679, 3811779
PENGUMUMAN
Nomor : BII/I-a/Kp.00.3/1060/2009
TENTANG
PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN AGAMA
TAHUN 2009
Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 277
Tahun 2009 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil Departemen Agama Tahun 2009,
Panitia Pengadaan CPNS Departemen Agama memberikan kesempatan kepada
mereka yang memenuhi syarat untuk mengisi lowongan formasi Calon Pegawai Negeri
Sipil Tahun 2009, sebagai berikut :
I. FORMASI PADA UNIT ESELON I PUSAT
A. PERSYARATAN
1. Warga Negara Indonesia;
2. Berusia serendah-rendahnya 18 Tahun dan setinggi-tingginya 35 tahun (pada
tanggal 1 Desember 2009).
3. Bagi pelamar yang berusia lebih dari 35 Tahun sampai dengan 40 Tahun
harus melampirkan bukti wiyata bakti sampai dengan tanggal 1 Desember
2009 minimal 12 Tahun 8 bulan secara terus menerus dan tidak terputus
pada instansi pemerintah / lembaga swasta yang berbadan hukum;
4. Ijazah yang diperoleh dari Perguruan Tinggi Swasta yang belum memperoleh
izin penyelenggaraan sebagaimana Keputusan Mendiknas Nomor184/U/2001
tanggal 23 November 2001 harus disahkan oleh Kopertis / Kopertais;
5. Ijazah yang diperoleh dari Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidikan Tinggi Luar
Negeri, harus melampirkan Surat Keputusan Penetapan tentang Penyetaraan
/tanda sah dari Ditjen Pendidikan Tinggi Diknas/Ditjen Pendidikan Islam
Departemen Agama;
6. Legalisir copy ijazah Universitas/Institut ditandatangani oleh Rektor, Dekan
atau Pembantu Dekan Bidang Akademik, sedangkan legalisir copy ijazah
Sekolah Tinggi ditandatangani oleh Ketua atau Pembantu Ketua Bidang
Akademik;
7. Tanggal penetapan ijazah harus sebelum tanggal lamaran, sedangkan surat
keterangan atau pernyataan lulus tidak dapat digunakan untuk melamar;
8. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan
pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;
9. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau
diberhentikan tidak dengan hormat sebagai Calon Pegawai Negeri
Sipil/Pegawai Negeri Sipil atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai
Pegawai BUMN/BUMD atau Pegawai Swasta;
10. Tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri
Sipil;
11. Bersedia ditempatkan di seluruh Wilayah Republik Indonesia atau negara lain
yang ditentukan oleh Pemerintah;
12. Tidak menjadi anggota/pengurus PARPOL;
13. Bersedia memenuhi peraturan dan perundang-undangan/ketentuan yang
berlaku di lingkungan Departemen Agama.
B. CARA MENDAFTAR
1. Menyampaikan lamaran yang ditulis tangan sendiri dengan tinta hitam dan
ditandatangani oleh pelamar dengan melampirkan :
a) Foto copy ijazah yang dilegalisir sesuai dengan kualifikasi pendidikan
yang dibutuhkan;
b) Pas photo hitam putih/berwarna ukuran 3 x 4 cm sebanyak dua lembar;
c) Foto copy KTP yang masih berlaku.
2. Lamaran pada unit eselon I pusat dialamatkan ke Kotak Pos 22339 Jakarta
10000 dengan mencantumkan satuan kerja unit eselon I yang dituju dan jenis
ketenagaan yang dilamar di sudut kiri atas pada amplop lamaran;
3. Pelamar wajib melampirkan amplop balasan yang telah ditempel perangko
kilat dengan menuliskan nama, alamat dan kode pos.
C. WAKTU PENDAFTARAN
Waktu pendaftaran mulai tanggal 5 Oktober 2009 sampai dengan stempel pos
tanggal 20 Oktober 2009.
II. FORMASI SATUAN KERJA DAERAH
Bagi Pelamar yang ada di daerah, dapat melihat pengumuman dan mengajukan
lamaran sesuai dengan formasi pegawai yang ada pada satuan kerja daerah
masing-masing yang meliputi :
1. Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi
2. Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota
3. Institut Agama Islam Negeri
4. Institut Hindu Dharma Negeri
5. Universitas Islam Negeri
6. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri
7. Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri
8. Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri
9. Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri
10. Balai Diklat Keagamaan
11. Balai Penelitian dan Pengembangan Agama
Jakarta, 5 Oktober 2009
Panitia Pengadaan CPNS
Departemen Agama RI
Perihal : Lamaran
Kepada
Yth. SEKRETARIS JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA
Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini :
N a m a : Dimas Adiwijaya, S.Kom
Tempat dan tanggal lahir : Jakarta, 27 April 1983
Agama : Islam
Kewarganegaraan : WNI
Pendidikan terakhir : S1 Teknik Informatika Univ. Budi Luhur Jakarta
Alamat : Jl. Melati II No. 33 RT 001/04
Jakarta Pusat (Kode Pos 11000)
Nomor Telp / HP : 0813 78978900
(yang dapat dihubungi)
Dengan ini mengajukan permohonan untuk dapat mengikuti ujian Calon Pegawai Negeri
Sipil Departemen Agama jenis ketenagaan Pranata Komputer pada Biro
Kepegawaian Sekretariat Jenderal Departemen Agama
Sebagai bahan pertimbangan kami lampirkan :
1. Foto copy sah ijazah yang telah dilegalisir sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang
dibutuhkan.
2. Pas photo ukuran 3 x 4 cm sebanyak dua lembar.
3. Foto copy KTP yang masih berlaku.
Demikian permohonan ini dibuat dengan sebenarnya dan apabila dikemudian hari
ternyata data yang kami sampaikan tidak benar, maka kami siap untuk dituntut di muka
pengadilan.
Atas perhatian dan perkenan Bapak kami sampaikan terima kasih.
Jakarta,5 Oktober 2009
(Dimas Adiwijaya)


Sertifikasi Guru


Halaman 1 dari 2
TUNJANGAN PROFESI
1. Hak apa yang akan diterima oleh guru setelah memperoleh sertifikat pendidik ?
Dalam pasal 15 ayat (1) UUGD dinyatakan bahwa pemerintah memberikan tunjangan
profesi kepada guru yang telah memiliki sertifikat pendidik yang diangkat oleh
penyelenggara pendidikan dan/atau satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh
masyarakat.
Ayat (2) menyatakan tunjangan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan
setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang
diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah pada tingkat, masa kerja, dan
kualifikasi yang sama.
Ayat (3): Tunjangan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan dalam
anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan/atau anggaran pendapatan dan
belanja daerah (APBD).
Ayat (4): Ketentuan lebih lanjut mengenai tunjangan profesi guru sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah.
2. Apa dasar untuk menentukan jumlah tunjangan profesi bagi gurunon PNS?
Tunjangan profesi guru disesuaikan dengan gaji pokok pada pangkat/golongan PNS.
Tunjangan bagi guru non PNS disesuaikan dengan pangkat/golongan PNS setelah
melalui proses in-passing sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3. Setelah guru memperoleh sertifikat pendidik, persyaratan apa lagi
yang harus dipenuhi untuk mendapat tunjangan profesi? Guru yang telah mendapatkan
sertifikat profesi berhak untuk mendapatkan tunjangan profesi sebesar satu bulan gaji
pokok. Persyaratan guru yang mendapatkan tunjangan adalah sebagai berikut.
a. Guru Pegawai Negeri Sipil yang diangkat oleh Pemerintah Daerah yang telah
memiliki sertifikat pendidik, nomor registrasi guru profesional dari Departemen
Pendidikan Nasional, dan melaksanakan beban kerja guru sekurangkurangnya 24
(dua puluh empat) jam tatap muka dalam satu minggu berhak atas tunjangan profesi
pendidik sebesar satu kali gaji pokok yang dibayarkan melalui Dana Alokasi Umum
terhitung mulai bulan Januari pada tahun berikutnya setelah memperoleh sertifikat
pendidik.
b. Guru Pegawai negeri Sipil yang diangkat oleh Pemerintah yang telah memeiliki
sertifikat pendidik, nomor registrasi guru profesional dari Departemen Pendidikan
Nasional, dan melaksanakan beban kerja guru sekurang-kurangnya 24 (dua puluh
empat) jam tatap muka dalam satu minggu berhak atas tunjangan profesi pendidik
sebesar satu kali gaji pokok yang dibayarkan melalui APBN terhitung mulai bulan
Januari pada tahun berikutnya setelah memperoleh sertifikat
Halaman 2 dari 2
c. Guru Non Pegawai negeri Sipil yang diangkat oleh badan hukum penyelenggara
pendidikan yang telah memiliki sertifikat pendidik, nomor registrasi guru profesional
dari Departemen Pendidikan Nasional, dan melaksanakan beban kerja guru
sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam satu minggu berhak
atas tunjangan profesi pendidik sebesar satu kali gaji pokok yang dibayarkan melalui
Dana Dekonsentrasi terhitung mulai bulan Januari pada tahun berikutnya setelah
memperoleh sertifikat pendidik.
Guru yang melaksanakan beban kerja di luar ketentuan sebagaimana dimaksud pada a,
b, dan c di atas memperoleh tunjangan profesi setelah mendapat persetujuan tertulis dari
Menteri Pendidikan Nasional atau pejabat yang ditunjuk.
4. Jika lulus sertifikasi, kapan tunjangan profesi diberikan?
Tunjangan profesi diberikan mulai bulan Januari satu tahun setelah sertifikat profesi
diberikan.
5. Keharusan mengajar 24 jam berat bagi guru.
Beban mengajar sebanyak 24 jam pelajaran tatap muka per minggu ditetapkan dalam
Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Proses penetapan 24
jam per minggu melalui pengkajian yang mendalam dan sudah dilakukan uji publik.
6. Guru yang lulus sertifikasi kapan dibayartunjangan profesinya?
Bagi guru yang terdaftar sebagai peserta sertifikasi tahun 2006, yang lulus bulan
September 2007 tunjangan profesi dibayarkan terhitung mulai bulan Oktober 2007. Guru
yang lulus bulan Oktober 2007 tunjangan profesi dibayarkan terhitung mulai bulan
November 2007. Guru yang lulus bulan November 2007 tunjangan profesi dibayarkan
terhitung mulai bulan Desember 2007. Guru yang lulus bulan Desember 2007 tunjangan
profesi dibayarkan terhitung mulai bulan Januari 2008. Sedangkan guru lainnya akan
menerima tunjangan profesi terhitung mulai bulan Januari pada tahun berikutnya setelah
mendapatkan sertifikat pendidik.
7. Bagaimana solusi jika jam mengajar belum cukup 24 jam untuk mendapatkan tunjangan
profesi?
Apabila guru belum bisa memenuhi 24 jam per minggu maka disarankan untuk mengajar
di sekolah lain pada mata pelajaran atau bidang studi yang sama dengan bidang studi
yang disertifikasi. Dapat juga dengan melakukan team teaching dengan memperhatikan
kaidah-kaidah team teaching yang sesungguhnya.
8. Bagaimana bila guru yang lulus sertifikasi guru kemudian diangkat menjadi pengawas?
Guru yang mempunyai sertifikat kemudian diangkat menjadi pengawas maka tunjangan
profesinya tidak dibayarkan lagi.

Info CPNS


Testing CPNS di Ciamis Masih
Ngambang


CIAMIS, Priol- Jadi tidaknya Pemkab Ciamis menggelar rekrutmen CPNS dari umum, hingga kini masih ngambang terkait tak tersedianya anggaran. Kendati demikian, para TKK dan sekdes dipastikan akan tetap diangkap menjadi CPNS karena proses verifikasi kedua formasi ini  telah berjalan dan anggarannya sudah tersedia di APBD.“Tapi kalau rekrutmen CPNS untuk formasi umum, kita masih belum punya anggarannya. Apalagi  mencapai Rp 1,2 miliar,” tandas Sekda Ciamis, HD HIdayat MM.

Hal senada diungkapkan Kepala BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Ciamis, HM Soekiman. Ia mengakui  secara teknis Pemkab Ciamis masih memiliki berbagai kendala jika proses rekrutmen CPNS dilaksanakan, terutama dari masalah anggaran. "Kita bisa saja melaksanakannya sesuai jadwal yang akan ditetapkan pemerintah pusat. Tapi dengan syarat,ada tidak anggarannya. Sebab untuk alokasi anggaran senilai Rp1,2 miliar saja, kami masih tanda tanya," tukas dia
Terkait rumor bahwa Pemkab Ciamis menolak pelaksanaan rekrutmen CPNS pada tahun 2009 ini, Sekda HD Dayat membantahnya. Dia menegaskan, Pemkab Ciamis pada prinsipnya mendukung hanya saja pihaknya meminta agar pemerintah pusat dan pemprov memiliki ketegasan dan kesamaan visi sehingga terjadi keseragaman di semua daerah mengenai dilaksanakan atau tidaknya testing CPNS ini. Yang terjadi selama ini, ada daerah yang menggelar testing ada yang tidak.
"Harusnya, jika digelar ya semua daerah harus melaksanakan, jika tidak, ya semua daerah juga tidak," kata Sekda.
Dari infomasi yang diterima Sekda, ada beberapa daerah yang berdekatan dengan Kab. Ciamis yang tidak bisa menggelar testing CPNS dari umum untuk tahun 2009. Menurut Sekda, hal tersebut akan membawa dampak besar terhadap Ciamis jika Ciamis menggelar CPNS dari umum. Di antaranya akan terjadi penumpukan pelamar ke Ciamis terutama dari daerah-daerah yang tak melaksanakan testing dari umum. "Otomatis dari anggaran dan waktunya pun akan terkonsentrasi ke arah sana. untuk itu kita tidak menolak apalagi mengajukan penangguhan pelaksanaan, tapi sekadar meminta agar pemprov dan pusat bisa menyamakan persepsinya saja," kilah dia.

Info CPNS Diknas


:: Pengumuman

Penerimaan CPNS dan Persyaratan Pelamaran CPNS Tahun 2009 di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional 
14/09/2009 | Biro Kepegawaian

Menindaklanjuti pengumuman kami nomor 47163/A4/KP/2009 tanggal 22 Agustus 2009 pada media cetak Kompas, Republika, dan Media Indonesia, edisi Sabtu, 22 Agustus 2009, perihal Penerimaan Tambahan Pegawai Baru di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009, dengan ini kami sampaikan kualifikasi akademik yang dibutuhkan unit kerja di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009 untuk dapat dipedomani bagi para calon pelamar penerimaan pegawai baru tahun 2009.Lampiran kualifikasi akademik yang dibutuhkan unit kerja di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional
Untuk penjelasan lebih lanjut berkenaan dengan persyaratan pelamaran CPNS dapat dilihat pada pengumuman yang disediakan oleh tiap unit kerja sebagai berikut.
  1. Sekretariat Jenderal (Setjen)
  2. Inspektorat Jenderal (Itjen)
  3. Ditjen Pendidikan Non Formal dan Informal (Ditjen PNFI)
  4. Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Mandikdasmen)
  5. Ditjen Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti)
  6. Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK)
  7. Panduan Pelaksanaan Penerimaan CPNS - Ditjen PMPTK 
  8. Alamat Tempat Pendaftaran di UPT - Ditjen PMPTK
  9. Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang)
:: Penerimaan Pendaftaran, Seleksi Administrasi, Pengisian Biodata, dan Pengambilan Nomor Tanda Peserta ujian oleh yang bersangkutan dan Tidak dapat diwakilkan, mulai tanggal 14 September 2009 s.d. 6 Oktober 2009 (Hari Senin -- Jumat) dari Pukul 09.00 s.d. 15.00 WIB.
:: Tempat ujian akan ditentukan kemudian pada tanggal 12 Oktober 2009.

Ilmu Komputer

Kebersihan bagian dalam casing dalah hal yang cukup penting karena berhubungan dengan suhu udara yang berada didalam ruang cpu sehingga menyebabkan suhu pada prosesor meningkat. Jadi sangat bagus apabila sering melakukan pembersihan pada bagian dalam cpu.
Namun seringkali setelah melakukan pembersihan dapat menimbulkan beberapa kejadian yang tidak di harapkan seperti komputer tidak bisa hidup sama sekali atau bahkan komputer tidak ada respon sama sekali setelah dihidupkan powernya dan pada monitor tidak mnuncul apa-apa hanya hitam pekat alias blank screen.

Kira-kira apa penyebabnya sehingga bukannya menjadi lebih fresh setelah dibersihkan bagian dalam cpu melainkan malah menimbulkan masalah baru.

Ada beberapa penyebab terjadinya masalah setelah dibersihkan.


  1. Karena sudah terlalu lama tidak pernah dibersihkan sehingga saat membersihkan masih ada sisa debu yang menyebabkan hubungan pendek sehingga menimbulkan kerusakan pada komponen elektronik tertentu.
  2. Adanya sentuhan pada RAM (Random Access Memory) saat membersihkan sehingga koneksi terputus antara memori dengan mainboard.
  3. Pemasangan kabel data yang tidak benar (terbalik), ini terjadi apabila dilepaskannya semua kabel data dan power supply pada saat membersihkan bagian dalam cpu. baca selanjutnya...


h2>Membuat Gulungan Pada Foto ( Peeling )
Diposting tepat pada Tanggal unik : 090909  (09 Sept 2009)
Sebelumnya saya ingetin dulu buat yang baru belajar photoshop atau baru mengenal Adobe photoshop, silahkan baca-baca dulu teori dasar photoshop, jadi nanti gak ada pertanyaan yang sangat dasar sekali seperti ”gimana cara seleksinya ? gimana cara hapus nya?” dll. Oke? Deal ya..  hehehe..
Sebenernya udah dari dulu pengen posting tutorial yang membuat gulungan di foto dengan Adobe photoshop ini. Kayaknya sudah pada bisa.. tapi gak apa-apa, yang belom bisa juga pasti banyak.. hehehe..  Maksudnya tutorial photoshop ini adalah membuat semacam gulungan di pojokan foto.
Langsung aja ..
Buka file foto yang mau di edit.
Saya pake foto objek wisata di pandeglang yang sebelumnya sudah saya kupas dikit di artikel ” Kenali dan Kunjungi Objek wisata di Pandeglang ” .. Kalo ada yang mau kesana, ajak-ajak ya.. hehehe.
Duplikat layer gambar dengan menekan CTRL + J .. dan Tekan tombol D untuk mendefault kan foreground (hitam)dan background color (putih) .. Lalu tekan CTRL + Backspace sehingga  layer background jadi berwarna Putih.

Buat layer baru, buat segitiga seperti gambar (untuk lipatannya) dengan rectangle marquee tool. warnai dengan warna apa aja. saya pake default nya aja, pake hitam.

Sekarang buat lingkaran seperti gambar dengan elliptical marquee tool lalu tekan DELETE. (Supaya lipatannya keliatan real )

Klik 2x layer 2 atau klik kanan > Blending Options setting seperti dibawah

Setelah menggunakan gradient Overlay, sekarang gunakan  Drop Shadow, setting seperti dibawah :

Hasil setelah dikasih efek

Sekarang hapus bagian luar foto dengan Eraser Tool

Hasil Akhirnya :

Contoh lipatan dipojok yang lain
Catatan : untuk di pojokan lain , tinggal ubah-ubah aja arah sudut waktu ngasih Gradient Overlay.

Semoga tutorial ini bermanfaat..
Selamat Mencoba ..  dan Stop dreaming start action
Artikel Membuat Gulungan Pada Foto ( Peeling ) ini dipersembahkan oleh Tutorial Photoshop Gratis. Kunjungi Wallpaper, Font, Desktop Theme Gratis Pokoknya Serba Gratis. Baca Juga Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang, untuk mengetahui lebih jauh tentang Pandeglang sebagai Objek Wisata yang patut diperhitungkan karena keindahannya.
http://setiana.viviti.com/

anti virus ter update

Cinta produk Indonesiahttp://www.smadav.net/

Rangka manusia

Makalah Ma'rifat


BAB I
PENDAHULUAAN

Hidup di jaman yang serba Modern ini, telah mendorong kita pada sikap atau perilaku hidup yang materialistik dan Hedonis. Segala sesuatunya ditentukan dengan uang, sehingga ada ungkapan ada uang ada jalan, tak ada uang tak jalan. Segala usahanya dan kerjanya dihabiskan hanya untuk memperoleh kebutuhan hidup yang bersifat materi demi kepusan hawa nafsunya. Bahkan sampai rela mengorbankan segalanya, menghallkan segala cara demi sampainya pada tujuan yang dinginkan.
Fenomena diatas dapat kita saksikan secra nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ini membuktikan begitu rendahnya tujuan hidupnya yang hanya sebatas pemenuhan kebutuhan lahir saja tampa memikirkan hal atau sesuatu yang lebih penting dari sekedar pemenuhan kebutuhan jasmani yaitu kebutuhan bathiniyah. Dalam hal ini bukan berarti menafikan pentingnya kebutuhan jasamani atau lahiriah tapi sebatas penyeimbangan antara keduanya.
Pemenuhan kepentingan lahiriah atau jasmani yang melebihi kebutuhan yang seharusnya melahirkan apa yang disebut Hubbudunya yaitu cinta dunia yang berlebih-lebihan yang dampaknya sangat menghawatirkan seperti yang penulis sebutkan diatas. Hal nilah yng kirnya mendorong penulis untuk menysun suatu tulisan yang berisi membangun kembali fitrah manusi sebagi mahluk ciptaan Allah yang berkewajiban beribadah kepadanya. Firman Allah :
“Tidakalah kami ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada kami”
(al Ankabut : 56)
Sebagi mahluk ciptaan Tuhan sudah seharusnya mengembalikan hubungan dengan Allah pada jalus semestinya. Jalan yang dimana kita konsisten paa arah jalur ini akan tercipta kebahafian dunai dan akhirat. Dalam suatu keterngan disebutkan
“ Man ‘arofa nafsahu faqad ‘arofa robbahu”.
Konsep inilah yang mengisyaratkan pentingnya kita sebagi mahluk mengenal diri kita, bagai, aman kedudukan kita di dunia mau dibawa kemana arah tujuan kita dan akhirnya sampailah kita pada kesdaran diri ingin mengenal pencipta diri kita. Lewat tulisan makalah yang penyusun beri judul menuju jalan ma’rifatullah diharapkan dapat akan timbulnya kesadarn kita terhadap eksistensi yang hakiki hidup di dunia ini.


BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN MA’RIFAT DALAM TASAWUF
Ma’rifat berasal dari kata ‘arafa, yu’rifu, ‘irfan, ma’rifah, artinya adalah pengetahuan, pengalaman, atau pengetahuan Ilahi. Ma’rifat secara etimologis berarti ilmu yang tidak menerima keraguan. Ma’rifat dapat pula berarti pengetahuan rahasia hakikat agama, yaitu ilmu yang lebih tinggi daripada ilmu yang didapat oleh orang-orang pada umumnya.
Pengetahuan dalam pengertian yang umum, khususnya pada penggunaan bahasa Arab zaman modern, namun dalam litetarur keagamaan ia secara khusus berarti gnosis, yakni pengetahuan esoteris atau pengetahuan mistis dari dan terhadap Tuhan. Ia sebanding dengan istilah jinana dalam bahasa sansakerta.
Menurut sufisme, ma’rifat merupakan bagian dari tritunggal bersama dengan makhafah (cemas terhadap Tuhan) dan mahabbah (cinta). Ketiganya merupakan sikap seseorang perambah jalan spiritual (thariqat).
Ma’rifat dalam pengertian tasawuf berarti pengetahuan yang sangat jelas dan pasti tentang tuhan yang diperoleh melalui sanubari. Menurut Abu Zakaria al-Anshari bahwa ma’rifat menurut bahasa adalah ilmu pengetahuan yang sampai ke tingkat keyakinan yang mutlak.
Secara terminologis, ma’rifat adalah ilmu yang didahului ketidaktahuan. Didalam istilah sufi, ma’rifat berarti ilmu yang tidak menerima keraguan apabila objeknya adalah zat dan sifat-sifat Allah SWT.
Dalam istilah sufi juga dikatakakan bahwa ma’rifat dapat diartikan cahaya yang disorot pada hati siapa saja yang dikehendakinya. Inilah pengetahuan hakiki yang datang melalui kasyf (penyingkapan), musyahadah (penyaksian), dan dzauq (cita rasa). Pengetahuan ini berasal dari Allah, akan tetapi pengetahuan ini bukanlah Allah sendiri karena dia tidak bisa diketahui dalam esensinya.
Dalam tasawuf, istilah ma’rifat diartikan sebagai pengetahuan yang yang tidak mengenal keragu-raguan, sebab obyeknya adalah Tuhan dan sifat-sifatnya atau ma’rifat berarti juga pengetahuan yang sangat jelas dan pasti tentang Tuhan yang diperoleh melalui sanubari. Karena jelas dan pastinya pengetahuan itu, menyebabkan seseorang merasa tahu dengan yang diketahuinya itu.
Selanjutnya menurut Harun Nasution ma’rifat adalah mengetahui Tuhan dari dekat, sehingga hati sanubari dapat melihat Tuhan.
Menurut sebagian ulama, ma’rifat adalah sifat orang-orang yang mengenal Allah dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya, kemudian ia membenarkan Allah dengan melaksanakan ajarqnnya dalam segala perbuatan. Ia membersihkan dirinya dari akhlak yang rendak dan dosa-dosa, kemudian berdiri mengetuk pintu Allah. Dengan hati yang konsisten dan istiqomah, dia beri’tikaf untuk menjauhi dosa-dosa, sehingga ia memperoleh sambutan Allah yang indah, Allah membimbing dalam semua keadaannya, maka terputuslah gelora napsu dari dirinya dan hatinya dan tidak pernah terdorong lagi untuk melakukan selain ini.
Ia menjadi orang asing ditengah manusia, bebas dari dosa-dosa, bersih dari urusan dunia, terus menrus bermujat dihadapan Allah dengan cara sirri (rahasia dan tersembunyi). Semua ucapannya adalah benar, dia berkata engan bimbingan Allah. Diberitahukan kepadanya rahasia-rahasia Allah tentang kekuasaannya yang berlaku. Itulah yang disebut arif dan keadaannya ddisebut ma’rifat. Pendek kata dengan keasingan dirinya itu, ma’rifatnya akan mendapatkan Tuhannya Yang Maha Agung dan Maha Mulia.

B. TINGKATAN MA’RIFAT
Sehubungan denganadanya perbedaan tingkat ma’rifat dalm Aiqazhul Himam dijelaskan, bahwa tingkatan Ma’rifat kepada Allah ada tiga tingkat :
1. Ma’rifat dengan Allah
2. Marifat dengan dalil
3. Ma’rifat Ikut-ikutan (taklid)
Tingkat yang tertinggi dari ketiga tingkatan atu adalah ma’rifat kepada Allah. Untuk mereka yang mencapai tingkat ma’rifat kepada Allah terdapat perbedaan-perbedaaan menurut ukuran apa ynag telah terbuka buat mereka. Golongan inilah yang mencapai tingkat Waliyullah (Auliya).
Bermacam-macam karomah yang mereka dapatkan sesuai dengan tingkatan mereka disisi Allah. Yang mengetahii benar derajat kewalian itu hanyalah Allah sendiri atau orag yang mendapat pemberitahuan Allah tentang kewaliaan seseorang.
Seseorang yang hanya sampai pada tingkat dua belum tentu dapat mengerti tentang kewaliaan seseorang yang brada tingakt kewalian yang pertam, kecuali ia mendapatkan ilham dari Allah. Adapun orang awam bisa mengerti kedudukan seseorang pada tingkat pertama itu karena adanya pemberitahuan dari tingkat yang lebih tinggi darinya.

C. PROSES ATAU JALAN MENUJU MA’RIFAT
Menurut al-Qusyairi dalam Risalah al-Qusyairiyah dan Reynold Alleyne Nicholson, ahli Mistisisme dalam Islam, dalam The Mystics of Islam ada tiga alat dalam tubuh manusia yang digunakan sufi untuk berhubungan dengan Tuhan, yaitu qalbu(the heart) untuk mengetahui sifat-sifat Tuhan, roh (ruh, the spirit) untuk mencintai Tuhan, dan sirr (inmost ground of the soul) untuk melihat Tuhan. Dari ketiga alat tersebut, sirr merupakan alat yang peka dan lebih halus dari roh apalagi dari qalbu. Sir merupakan alat yang digunakan sufi untuk memperoleh ma’rifat.
Oleh karena sirr bertempat di ruh dan ruh bertempat di qalbu, maka sirr timbul serta dapat menerima iluminasi dari Allah SWT di kala ruh dan qalbu telah suci dan kosong dari segala sesuatu yang dapat mengganggunya. Tibalah saatnya bagi sufi menangkap cahaya Tuhan yang diturunkan-Nya. Qalbu tak ubahnya seperti kaca, jika senatiasa bersih akan mempunyai daya tangkap sirr yang benar untuk untuk memperoleh cahaya cemerlang yang dipancarkan Tuhan. apabila cahaya cemerlang itu diperoleh maka dikala itulah sufi bertemu dengan Zat Yang Maha Tinggi. Pertemuan dengan Tuhan merupakan puncak kebahagian. Demikianlah cara seorang sufi mencapai tingkat ma’rifat.
Memperoleh ma’rifat merupakan proses yang bersifat terus menerus. Makin banyak seorang sufi memperoleh ma’rifat, makin banyak pula yang diketahuinya tentang rahasia Tuhan dan semakin dekatlah ia kepada-Nya. Walaupun tersingkapnya tabir Tuhan memperlihatkan rahasia-Nya kepada seorang sufi, namun ma’rifat yang penuh tentang Tuhan tidak mungkin dapat dicapai oleh manuisa lantaran keterbatasan manusia, disamping kemutlakan Tuhan. dalam kaitan ini al-Junaid al-Bagdadi, tokoh sufi modern, menyatakan: “cangkir the tak akan bisa menampung semua air yang ada di laut.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun seorang sufi berusaha secara kontinyu untuk memperoleh ma’rifat, tidak mungkin ia memperolehnya dalam arti yang penuh dan sempurna, sehingga semua rahasia hakikat ketuhanan dapat diketahuinya.

D. PENGALAMAN RUHANI PARA SUFI DALAM MERETAS JALAN MA’RIFAT
Para syeikh, masing-masing berbicara tentang ma’rifat sesuai dengan pengalamannya sendiri dan menunjukkan isyarat apa yang datang kepadanya pada waktunya.
Syeikh Abu Ali ad-Daqaq berkata: “Salah satu tanda ma’rifat adalah munculnya haibah dari Allah SWT. Barang siapa bertambah ma’rifatnya bertambah pula haibahnya.” Saya mendengar beliau juga menyatakan , “Ma’rifat membawa ketentraman dalam hati, sebagaimana pengetahuan membawa kedamaian. Jadi, orang yang bertambah ma’rifatnya maka bertambah pula ketentramannya.
Abu Hafs berkata: “Sejak diriku mencapai ma’rifat, tiada lagi kebenaran ataupun kebatilan yang memasuki hatiku.” Ucapan Abu Hafs ini mengandung kemusykilan. Mungkin sekali Abu Hafs menunjukkan bahwa dalam pandangan sufi, ma’rifat menjadikan sang hamba kosong dari dirinya sendiri, karena dia dilimpahi oleh zikir kepada-Nya. Dengan demikian, tidak melihat apapun selain Allah SWT. Sebagaimana seorang yang berakal berpaling kepada hati dana refleksi pemikirannya terhadap obyek pemikirannya, atau kondisi yang dihadapinya. Bagi sang arif, semata kembali pada Tuhannya. Jika seseorang disibukkan dengan Tuhannya semata, maka dia tidak akan berpaling kepada hatinya sendiri. Bagaimana mungkin masalah tersebut memasuki hati seseorang yang tidak punya hati? Bedakanlah antara orang yang hidup dengan hatinya, dan orang yang hidup dengan Tuhannya.
Hasan bin Yazdaniar ditanya, kapankah seorang arif menyaksikan Allah SWT? Dia menjawab,” ketika penyaksi tampak.maka sarana penyaksian lenyap, indera pun musnah dan keikhlasan melebur.
Al-Halaj berkata,” Apabila si hamba mencapai tahapan ma’rifat, Allah SWT. Membisikkan melalui bisikan-bisikan dan menjaga batinnya, agar tidak dicampuri oleh bisikan dan menjaga batinnya, agar tidak dicampuri oleh bisikan yang tidak haq, selanjutnya dia menambahkan bahwa tanda seorang arif adalah bahwa ia kosong dari dunia dan akhirat.
Selanjutnya Abu Sulaiman Abdurrahman ad-Darany berkata,” Allah SWT menyingkapkan kepada sang arif di tempat tidurnya, yang tidak dia ungkapkan kepada orang lain, padahal orang lain itu sedang shalat.”
Suatu saat al-Busthami ditanya tentang sang Arif. Dia mengatakan, “Dia tidak melihat sesuatu pun selain Allah SWT. Dalam tidurnya dan tidak melihat satu pun selain Allah SWT. Disaat bangunnya, dia tidak sesuai dengan selain Allah SWT, dan dia tidak memandang selain kepada Allah SWT.
Dengan ma’rifat seorang sufi lewat hati sanubarinya dapat melihat Tuhan oleh karena itu, para sufi mengatakan,”kalau mata hati sanubari manusia terbuka, mata kepalanya akan tertutup dan ketika itu yang dilihatnya hanya Allah SWT. Ma’rifat merupakan cermin, jika seorang sufi melihat ke cermin, maka yang dilihat hanya Allah SWT.
Yang dilihat orang arif sewaktu tidur muapun bangun hanya Allah SWT”. Ungkapan para sufi tersebut selain menggambarkan dekatnya seorang sufi dengan Tuhannya, juga menjelaskan bahwa pengetahuan dalam bentuk ma’rifat merupakan pengetahuaan langsung ada pada Allah yang di anugrahkan-Nya kepada mereka yang diberi kemampuaan menerimanya. Ma’rifat merupakan cahaya yang memancar ke dalam hati, menguasai daya yang ada dalam manusia dengan sinarnya yang menyilaukan. Menurut orang-orang sufi seperti yang dikemukakan Abu Bakar al-Kalabazi, seorang sufi, Allah SWT lah yang membuat manusia mengenal diri-Nya melalui diri-Nya.
Ma’rifat kadang-kadang dipandang sebagai makam dan terkadang sebagai hal. Dalam buku-buku tasawuf urutan ma’rifat berlainan dengan mahabbah. Al-Gazhali dalam Ihya` Ulum ad-Din memandang ma’rifat datang sebelum mahabbah, sedang al-Kalabazi dalam at-Ta’aruf (saling mengenal), menyebut ma’rifat sesudah mahabbah. Disamping itu, ma’rifat dan mahabbah dianggap kembar yang selalu disebut bersama. Keduanya merupakan dua hal yang sama dalam perbedaan. Sama dalam hal menggambarkan keadaan dekatnya seorang sufi dengan Tuhan. Berbeda karena mahabbah mengganbarkan hubungan dalam bentuk cinta, sedang ma’rifat menggambarkan hubungan dalam bentuk gnosis (pengetahuaan dengan hati sanubari).
FASE KEGAMANGAN DAN PROSES PERJALANAN RUHANI AL-GAZALI
Ketika itu, kehidupannya sedang mengalami kegoncangan karena keraguan yang meliputi dirinya, “Apakah jalan yang ditempuhnya sudah benar atau tidak?” perasaan syak ini timbul dalam dirinya setelah mempelajari ilmu kalam (teologi) yang diperolehnya dari al-juwaini. Teologi membahas berbagai aliran yang antara satu sama lain terdapat kontradiksi. Al-Ghazali ragu, mana diantara aliran-aliran itu yang betul-betul benar. Bukunya yang berjudul al-Munqiz ad-dalal menjelaskan temtang keadaan ini.
Dalam bukunya itu tergambar keinginannya untuk mencari kebenarannya yang sebenarnya. Al-Ghazali mulai tidak percaya kepada pengetahuan yang diperolehnya melalui pancaindera sebab pancaindera sering kali salah satu berdusta. Ia kemudian meletakkan kepercayaan kepada pengetahuan akal, tetapi ternyata juga tidak memuaskan. Tasawuflah yang kemudian menghilangkan rasa syak dalam dirinya. Pengetahuan tasawuf yang diperolehnya melalui kalbu membuat Al-Gazali merasa yakin mendapatkan pengetahuan yang benar.
Dalam mempelajari filsafat, al-Ghazali menemukan argumen-argumen filosofis yang dipandangnya menyalahi ajaran Islam. Karena itu, ia menyerang kaum filsuf yang diungkapkannya dalam bukunya Maqasid al-Falasifah. Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa latin oleh Dominicus Gundissalimus dengan judul logica et philosophia al-gazelis Arabis (logika menurut Filsuf Arab al-Gazali; 1145). Lalu untuk memperjelas kritiknya terhadap filsuf itu, ia menulis buku Tahafut al-Falasifah.dalam buku itu al-Gazali mengkritik 10 pendapat filsuf yang mengatakan bahwa:
1. Tuhan tidak mempunyai sifat
2. Ruhan mempunyai substansi sederhana (basit) dan tidak mempunyai hakikat (mahiyah)
3. Ruhan tidak mengetahui perincian (juziyah)
4. Tuhan tidk dapat diberi sifat jenis {al-jins/genus) dan al-fasl (spesies)
5. Planet-planet adalah bintang yang bergerak dengan kemauan
6. Jiwa planet-planet mengetahui semua juziyah
7. Hukum alam tidak berubah
8. Membangkitan jasmani tidak ada
9. Alam ini tidak bermula, dan
10. Alam ini kekal.
Bahkan al-Gazali berpendapat bahwa tiga diantara 10 pendapat filsuf diatas, yaitu alam kekal(tidak bermula), Tuhan tidak mengetahui rincian-rincian, dan pembangkitan jasmani tidak ada, dapat membawa kekupuran.
Isi pokok mengenai kecaman al-Gazali terhadap tiga persoalan itu adalah sebagai berikut. Pertama, tentang qadimnya alam, filsuf beranggapan bahwa alam ini qadim. Menurut Al - Gazali, pendapat ini membawa kepada keyakinan akan adanya yang qadim selain Tuhan atau berarti banyak yang qadim, sedang dalam keyakinan Islam yang qadim itu hanya satu, yaitu Allah. Paham bahwa ada yang qadim selain Allah adalah syirik. Menurutnya yang qadim itu adalah sesuatu yang sudah ada sejak zaman azali, yang berwujud tanpa sebab. Mengakui alam ini qadim berarti mengingkari Allah sebagai pencipta, dan ini sama dengan kufur.
Kedua, tentang pendapat bahwa Allah tidak mengetahui perincian yang terjadi di alam. Menurut al-Gazali pendapat ini akan menyesatkan umat Islam karena paham ini membawa kepada pengingkaran sifat kemahatahuan Allah. Allah Maha kuasa dan Maha Tahu. Allah mengetahui segala sesuatu yang terjadi di alam sampai kepada perincian sekecil-kecilnya, tak satupun luput dari pengetahuan-Nya. Ketiga, tentang tidak adanya pembangkitan jasmani. Para filsuf berpendpat bahwa yang abadi hanya roh (jiwa), sedangkan jasmani akan hancur tidak kekal. Karena itu, pembangkitan nanti pada prinsipnya yang esensi dalam diri manusia adalah jiwanya, bukan jasmaninya, tetapi pembalasan ukhrawi menuntut pembangktan jasmani. Ayat-ayat Al- Qur’an banyak menyebut soal pembangkitan jasmani dengan gambaran yang bersifat materil, sehingga meyakini tidak adanya penmbangkitan jasmani berarti menolak ayat-ayat yang menyatakan adanya.
Ketiga pendapat diatas menurut al- Gazali menyimpang dari ajaran yang dianut umat Islam pada umumnya dan bertentangan dengan dalil- dalil Al-Qur’an, dan ia mencap para filsuf itu kafir.
Pendapat dan kritikan al-Gazali terhadap tiga persolan falsafi yang dikemukakan oleh para filsuf diatas dikecam keras dan dikritik lagi oleh Ibnu Rusyd (1126 - 1198) dalam bukunya Tahafut at Tahafut (kekacauan dari kekacauan). Buku itu pada intinya berisi pembelaannya terhadap filsuf dan filsafat.
Pada tahun 1095 al-Gazali meninggalkan profesinya sebagai guru, pergi mengembara dari satu tempat ke tempat lain. Keluarganya pun ditinggalkannya setelah diberi bekal secukupnya. Selama sepuluh tahun ia menjalani kehidupan sebagai seorang sufi. Banyak orang yang tidak mengenalnya lagi. Kemudian ia mengurung diri dalam mesjid Damascus. Disinilah ia menulis kitabnya Ihya U’lum ad-Din, sebuah kitab yang merupakan paduan antara fikih dan taswuf. Pengaruh buku ini menyelimuti seluruh dunia Islam dan masih tersa kuat sampai sekarang.
Pada tahun 1105, al-Gazali kembali kepada rugasnya semula, mengajar di Madrasah Nizamiyah, memenuhi panggilan Fakhr al-Mulk, putra Nizam al-Mulk. Akan tetapi tugas mengajar ini tidak lam dijalankannya. Ia kembali ke Tus, kota kelahirannya. Disana ia mendirikan sebuah halaqah (sekolah khusus untuk calon sufi) yang diasuhnya sampai ia wafat (1111).





BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kita yang telah mengenal dan mengetahui keberadaan Allah sudah sepatutnya apabila kita senantiasa mengabdikan diri secara bulat dan utuh semata-mata demi mengharapkan Keridoannya.
Salah satu tanda bagi orang yang berma’rifat kepada allah adalah, bahwa ia senantiasa bersandar dan berserah diri kepada Allah semata. Apapun yang telah dan akan terjadi pada dirinya selalu diterima dengan baik. Apabila ia diberi kenikmatan ia bersyukur, sedang apabila ia mendapatkan musia ia terima dengan sabar.
Selain itu orang yang berma’rifat kepada Allah tidak pernah menyombongkan diri. Sebagi mahluk yang lemah dan tampa daya, manusia tidak bisa berbuat paa-apa kecuali atas pertolongan dan ijin-Nya.
Menurut seorang ahli ma’rifat bernama al Junaid, bahwa seorang belum bisa disebut sebagai ahli ma’rifat sebelum dirinya mempunyai sifat-sifat :
a. Mengenal Allah secara mendalam, hingga seakan-akan dapat berhubungan secara langsung dengan-Nya.
b. Dalam beramal selalu berpedoman kepada petunjuk-petunjuk Rasulullah SAW.
c. Berserah diri kepada Allah dalm hal mengendalikan hawa nafsu.
d. Merasa ahwa dirinya adalah kepunyaan Allah dan kelak pasti akan kembali kepadanya.


DAFTAR PUSTAKA

Daudy, Ahmad, Kuliah Filsafat Islam, cetakan ketiga, PT Bulan Bintang, Jakarta 1992.
Jumantoro, Totok dan Samsul munir Amin, Kamus Ilmu Tasawuf, cetakan pertama, Penerbit Amzah, Wonosobo 2005.

Makalah

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, penulis panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini.
Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan makalah ini jauh dari kata sempurna karena keterbatasan pengetahuan yang penyusun miliki.
Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi penyusun khususnya dan bagi pembaca umumnya. Amin

Penyusun








DAFTAR ISI
Kata pengantar i
Daftar isi ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Tujuan 2
C. Manfaat 2
BAB II FASE PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA 3
A. Pendidikan Agama Usia Pranatal 3
B. Pendidikan Agama Usia Balita 6
C. Pendidikan Agama Usia Remaja 7
BAB III PENUTUP 8
A. Kesimpulan 8
B. Saran 8
DAFTAR PUSTAKA





BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya membuat manusia serba mudah dalam menyelesaikan tugas kesehariannya, dilain pihak hal ini memberikan dampak yang cukup besar bagi kemerosotan akhlak remaja. Dengan kemudahnnya remaja mengkases hal yag negatif baik itu dari media cetak, elektornik atau intenet jelas berdampak buruk pada mental kejiwaan remaja, yang pada masa-masa itu merupakan masa pencarian jati diri. Masa yang labil yang memerlukan bimbingan dan arahan yang benar menuju kedewasaan.
Kenakalan remaja juga dapat disebabkan karena pola pengasuhan yang salah. Kelalaian keluarga dapat berefek pada perkembangan anak. Banyak orang tua yang melakukan kelalaian seperti : kejam dan kasar dalam mengasuh anak, digunakannya disiplin fisik yang keras, terus menerus mengkritik, mencela serta membeberkan berbagai kekurangan anak di depan orang tua lain, sering mencemooh dan menghardik anak, lalai memuji anak, merendahkan anak dihadapan kakak atau adiknya dan menunjukan keheranan ketika orang lain memuji anak-anaknya.
Dari pemikiran di atas, perlu pembenahan pendidikan pada keluarga, karena ternyata pangkal permasalahan kemerosotan akhlak ini dimulai dari kehidupan keluarga.
Dalam makalah ini, penulis mencoba membahas berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan agama dalam keluarga, terutama pda usia pranatal, balita, dan remaja.
B. Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan agama dalam keluarga usia pranatal, balita dan remaja.
C. Manfaat
1. Lebih menyadari bahwa keluarga mempunyai peranan penting dalam menciptakan akhlak muslim sejak dini
2. Memperbaiki kemerosotan akhlak bangsa
3. Menerapkan pengetahuan ini dalam kehidupan keluarga sehari-hari

BAB II
FASE PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA

A. Pendidikan Agama Usia Pranatal
Masa mendidik anak menurut ajaran Islam dimulai dengan masa persiapan mendidiknya. Masa persiapan ini dikelompokan menjadi 3 fase, yaitu :
1. Masa Pranikah
Masa pranikah dimulai dengan melakukan seleksi ketat dalam memilih pasangan hidup dengan selektif memilih Istri dan memilih Suami.
2. Masa Prahamil
Apabila pemilihan calon suami atau calon istri sudah positif dan pelaksanaan akan segera dilaksanakan, maka harus ditempuh langkah-langkah sebagai berikut
a. Pada waktu akad nikah.
Allah SWT., telah menjadikan hubungan antara suami istri sebagai hubungan yang didasari oleh perasaan cinta dan kasih sayang. Untuk menjaga kelestarian hubungan ini, Islam mengajak muslim untuk menjadikan nilai-nilai luhur Islam sebagai asas dan pondasi keluarga.
b. Pada saat Bersetubuh
Sebelum melakukan hubungan suami istri hendaknya melakukan shalat sunnah dua raka’at terlebih dahulu, kemudian mengucapkan fuji syukur kepada Allah SWT., dan membaca shalawat kepada Nabi SAW. Dan dianjurkan untuk membaca do’a ini :
“Bismillah, Ya Allah jauhkanlah setan dari kami dan jauhkanlah pula setan itu dari anak (yang mungkin) Engkau karuniakan kepada kami.”
3. Masa Kehamilan
a. Pembentukan Janin
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan pembentukan janin ini yaitu :
1) Dilarang melakukan hubungan suami istri pada waktu-waktu tertentu, yaitu diantara terbitnya fajar dan terbitnya matahari, diantara terbenamnya matahari hingga hilangnya awan merah, saat dhuhur, tanggal pertama, pertengahan dan akhir setiap bulan, saat terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari, saat bertiupnya angin hitam, merah dan kuning saat terjadi gempa dan lain sebagainya.
2) Tidak berbicara saat bersenggama
3) Tidak boleh melihat kemaluan istri
4) Tidak mengumpuli istri setelah mimpi junub dan ia belum mandi
5) Tidak bersenggama dalam posisi berdiri
6) Tidak boleh membayangkan wanita lain ketika bersenggama
7) Tidak mengumpuli istri saat mengandung, kecuali jika ia berwudlu dahulu
b. Lingkungan Pertama Anak
Lingkungan pertama bagi anak adalah rahim ibunya. Rahim sangat erat hubungannya dengan perkembangan janin. Janin tidak terpisahkan dari ibu yang mengandungnya. Karena itu semua kondisi dan keadaan yang dialami oleh ibu akan berpengaruh terhadap janin.
Ajaran Islam tentang cara menjauhkan janin dan anak dari pengaruh buruk yang mungkin timbul sewaktu berada di dalam kandungan.
1) Perhatian Terhadap Makanan Ibu
2) Perhatian terhadap kondisi kejiwaan Ibu Hamil
Pendidikan anak dimulai secara aktif pada usia kehamilan melalui ibunya. Dari segi pertumbuhan dan kesejahteraan fisiknya, janin dalam kandungan dijaga melalui pemenuhan makanan dan pemeliharaan kesehatan ibunya. Adapun dari segi psikololgisnya, janin tersebut dipelihara melalui pembinaan suasana rumah tangga sedemikian rupa sehingga ibu yang mengandungnya tetap merasakan ketentraman, kenyamanan, dan kestabilan emosi.
Para suami perlu mengetahui bahwa kehamilan bagi seorang perempuan lebih-lebih kehamilan pertama, merupakan krisis perkembangan . Terjadi perubahan sikap dan tingkah laku istri sebagai akibat perubaan fisik, seperti perut membesar dan pada gilirannya ketegangan –ketegangan psikologis yang disebabkan oleh perubahan fisik tersebut. Ia lantas memperlihatkan “mode” baru dalam sikap dan tingkahnya sehingga ia bisa saja bertingkah yang kelihatannya positif atau sebaliknya memperlihatkan perilaku yang tampak negatif.
B. Pendidikan Anak Pada Usia Balita
Islam memberikan perhatian ekstra kepada anak sejak hari-hari pertama kelahirannya dengan mengajarkan orang tua untuk melakukan beberapa hal berikut :
a. Acara Syukuran
Acara sukuran dilakukan antara hari pertama kelahiran hingga hari ketujuh. Acara ini terdiri dari memperdengarkan nama Allah SWT., di telinga anak yaitu dengan adzan, pemberian nama yagn baik, aqikah dan khitan.
Sabda Nabi Saw :
“Ya Ali jika engkau dianugrahi anak, laki-laki atau perempuan bacalah adzan di telinga kanannya dan iqamah di telinga kirinya, dengan demikian ia akan selamat dari godaan syetan selama-lamanya.”
b. Perhatian terhadap ASI
Susu merupakan makanan terpenting dan sumber kehidupan satu-satunya bagi bayi di bulan-bulan pertama usianya. Susu terbaik untuk anak adalah air susu ibu karena dengan menyusui terjadilah kontak cinta dan kasih sayang antara ibu dan anak. Ibu adalah orang yang paling mampu memberikan cinta dan kehangatan yang sesungguhnya kepada anak dengan naluri keibuannya yang diberikan Allah kepadanya.
C. Pendidikan Agama pada Usia Remaja
Beberpa hal yang penting berhubungan dengan pendidikan anak pada fase ini:
a. Pendidikan Ekstra Ketat
Pendidikan ini berupa mengajarinya budi pekerti yang luhur. Pada fase ini anak memerlukan perhatian dan penawasan ketat dari orang tuanya.
b. Dorongan untuk belajar
c. Melatih anak untuk patuh
d. Pengawasan terhadap cara berfikir, serta pengembangan imajinasi dan humanisme anak.
e. Pencegahan atas perilaku asusila
f. Menciptakan hubungan dengan teladan yang baik.
Tujuan pendidikan agama bagi anak usia remaja adalah membentuk kepribadian yang didalamnya terjalin nilai-nilai keimana, yang selanjutnya menjadi pengarah dan pengendali bagi perilakunya, serta dapat selalu mengadakan pilihan terbaik (sesuai dengan ketentuan Allah) dalam hidupnya.
Materinya adalah hal-hal yang berkaitan dengan keimanan, keislaman, dan akhlak. Sedangkan metode yang dapat diterapkan adalah keteladanan, pembiasaan, pembetulan yang salah, melerai yang bertengkar dengan adil dan memperingatkan yang lupa.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pendidikan agama dalam keluarga sangat penting sekali demi terwujudnya keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah yang berujung pada terciptanya Negara yang baldatun toyyibatun wa robbun ghafur.
Pendidikan agama bagi anak dimulai sejak usia pranatal, balita dan remaja dengan menggunakan materi dan metode yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut.
Tujuan pendidikan agama bagi anak usia remaja adalah membentuk kepribadian yang didalamnya terjalin nilai-nilai keimana, yang selanjutnya menjadi pengarah dan pengendali bagi perilakunya, serta dapat selalu mengadakan pilihan terbaik (sesuai dengan ketentuan Allah) dalam hidupnya.
B. Saran
perlu pembenahan pendidikan pada keluarga, karena ternyata pangkal permasalahan kemerosotan akhlak ini dimulai dari kehidupan keluarga.



DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Tafsir, 2002. Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga. Bandung : Remaja Rosdakarya

Suhrawardi,………….Bahan Kuliah Pendidikan Agama dalam Keluarga. Tasikmalaya : Fakultas Tarbiyah IAILM PPS.

Al Qarashi, Baqir Sharif. 2003. Seni Mendidik Islami. Jakarta : Pustaka Zahra.

SHOT (Spiritual Hypnotivation Therapy) Training

Welcome Guest