SHOT 2011: “Terima Sugesti Positif dengan Berdzikir”
Berita di Koran Harian RADAR Tasikmalaya 27 Juni 2011
SHOT:
“Terima Sugesti Positif dengan Berdzikir”
LKP Nurul Firdaus Gelar Pelatihan SHOT
Puluhan guru se-Priangan Timur bertandang ke Ballroom Hotel Asri Plaza Asia, minggu (26/6) untuk mempelajari metode pembelajaran baru yaitu SHOT (Spritual Hypnotivation Therapy) yang diadakan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Nurul Firdaus pimpinan Yudi Setiana S.Pd.I, CH., CHt.
“Setelah suasana tenang, kita (guru) bisa dengan mudah mengajak siswa untuk mengingat Allah dan pada saat itu kita berikan sugesti positif dalam pikiran mereka,” ujarnya seraya menambahkan setiap orang yang sudah terpengaruh SHOT dan sedang mengingat Allah, maka ia akan melihat sugesti positif yang diterimanya tadi.
TASIK- Sebuah pelatihan hypnosis. The Art of Hypnoteaching digelar oleh LKP Nurul Firdaus, kemarin. Metodenya dinamai SHOT (Spiritual Hipnotivation Therapy) merupakan gabungan empat disiplin ilmu: spiritual, hypnosis, motivasi dan terapi.
Puluhan guru se-Priangan Timur bertandang ke Ballroom Hotel Asri Plaza Asia, minggu (26/6) untuk mempelajari metode pembelajaran baru yaitu SHOT (Spritual Hypnotivation Therapy) yang diadakan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Nurul Firdaus pimpinan Yudi Setiana S.Pd.I, CH., CHt.Metode ini ditemukan Dr. Gumilar, S.Pd., MM. Gumilar menjelaskan, metode SHOT merupakan pendekatan terapi melalui hypnosis berbasis spritual (tasawuf) Islami untuk memulihkan kondisi psikologis kembali menjadi normal.
Menurutnya, dengan mengangkat basis spiritual yang menekankan pada keagamaan, sugesti yang ditransfer menggunakan metode ini akan terserap lebih lama dibandingkan yang lewat hipnotis biasa. “Karena pendekatan yang kami gunakan itu pendekatan agama seperti mengajak berdzikir. Maka tiap mengingat Allah orang yang tersugesti oleh metode SHOT akan terus mengingat sugesti yang mereka terima.” Ujarnya.
Sugesti yang bisa masuk ke metode ini, kata Gumilar, hanyalah yang bersifat positif dan dirasa benar oleh hati kecil manusia sebagai insan beragama. Katanya, adanya pilihan sugesti yang dapat diterima ini lebih pada pemberian motivasi pada diri seseorang.
“Orang yang ingin berubah menjadi lebih baik dan selalu ingat dengan Tuhan-Nya akan dengan mudah tersugesti dengan SHOT,” ungkapnya.
Sesuai dengan tujuan dari metode yang sudah dimulai marak dipelajari ini yaitu memberikan kompetensi yaitu pengembangan diri dan kepribadian serta mengoptimalkan segala kemampuan yang ada pada diri sendiri, maka seluruh peserta pelatihan ini diberikan suasana relaksasi agar lebih mudah menangkap cara pemahaman SHOT. “Menggunakan metode ini jangan dengan hati yang sedang kaku. Tidak hanya penerima materi, namun pemateri juga dituntut untuk bisa mempengaruhi agar orang lain bisa merasakan kenyamanan.” Katanya.
Suasana rileks, lanjut Gumilar, akan sangat berpengaruh pada pentrasferan sugesti pada orang lain. Dalam dunia pendidikan, metode ini akan sangat bermanfaat dengan syarat guru yang menggunakan metode ini harus bisa melepas beban pikirannya saat di kelas.
“Guru itu kalau di kelas jangan cemberut, mukanya tegang dan menyeramkan. Dengan wajah seperti itu, siswa akan merasa tegang dan sulit menerima pelajaran yang diberikan.” Ujarnya.
Untuk memulai metode ini, peserta didik diajak melakukan proses affirmation yaitu penanaman sugesti berupa doa sesuai agama dan keyakinan masing-masing untuk perubahan karakter yang mendalam.
“Setelah suasana tenang, kita (guru) bisa dengan mudah mengajak siswa untuk mengingat Allah dan pada saat itu kita berikan sugesti positif dalam pikiran mereka,” ujarnya seraya menambahkan setiap orang yang sudah terpengaruh SHOT dan sedang mengingat Allah, maka ia akan melihat sugesti positif yang diterimanya tadi.Selain digunakan dalam pendidikan, SHOT juga dapat digunakan diberbagai bidang seperti marketing maupun leadership. “Pimpinan kan harus bisa memimpin dengan baik. Untuk memberikan saran yang positif pada anak buahnya, tidak ada salahnya jika para pemimpin juga mempelajari metode ini.” Tambah trainer SHOT- Rohdian Al Ahad, C.Ht., ini. Selain Rohdian, trainer lainnya yakni Lala Manggala, CY juga ikut melatih SHOT kepada peserta. (Rina/Radar Tasikmalaya)











0 komentar:
Posting Komentar