Profil

SHOT Training

SHOT-TRAINING adalah pelatihan tentang Spiritual HipnOtivation Therapy (SHOT) yaitu suatu metode/teknik therapy melalui hopnosis yang berbasis spiritual (tasawuf) Islami untuk penyembuhan berbagai penyakit serta meningkatkan motivasi dan energi positif manusia. Metode/Teknik SHOT (Spiritual HipnOtivation Therapy) digagas oleh Dr. Gumilar, S.Pd.,MM (asissten: Lala Manggala, S.Pd.I.dan Rohdian Al-Ahad, serta Yudi Setiana, S.Pd.I). Melaksanakan pelatihan setiap hari Sabtu dan Minggu untuk Pelajar, Mahasiswa, Ekesekutif, Legislatif, dan Umum. Yang berminat hubungi HP/081323230058.
PENDAHULUAN
Destroy your negative attitude while your thoughts embed by optimized mindset through spiritual hypnotivation
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik”. Demikianlah Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 125. Firman Allah tersebut menjadi tolok ukur setiap manusia dalam mengajak manusia lain ke arah yang lebih baik dengan pelajaran yang baik pula.
Dalam nuansa modern yang serba berteknologi, manusia saat ini dihadapkan pada suatu kecanggihan teknologi yang tiada berpenghabisan. Sehingga kebanyakan dari mereka terus mengikuti pembaharuan demi pembaharuan tersebut tanpa melihat kemana arah dari kemajuan akan berpenghujung. Semakin canggih mereka mengikuti perkembangan zaman, maka semakin kering kerontang jiwa yang mereka rasakan. Mereka melupakan sesuatu makna hidup yang didalamnya terkandung visi dan misi spiritual, hingga terus menjadi budak dan bawahan dari nafsu yang terus mengajak dirinya menuju kehancuran.
SpiritualHypnotivation mengajari teknik dan mindset untuk bisa meraih kesuksesan dan kebahagian hidup di dunia dan di akhirat dengan menjadikan diri sendiri sebagai motivator dan khalifah atau panglima bagi hawa nafsu diri hingga pada akhirnya berujung pada penemuan sebuah makna hidup yang terkandung visi dan misi spiritual didalamnya.
Kami telah mengembangkan suatu metoda pelatihan Spiritual-Hypnotivation yaitu proses pengembangan diri dengan menggabungkan konsep sugesti-sugesti positif yang berspiritual melalui proses hypnosis dan hypnotherapy.
Dengan melalui program Spiritual-Hypnotivation, penanaman visi dan misi spiritual akan tertanam lebih dalam melalui teknik hypnotherapy yang akan langsung memprogram alam bawah sadar sehingga seseorang dapat meraih kesuksesan dengan sangat mudah dan tanpa susah payah.
Program ini menawarkan suatu kunci keberhasilan untuk memaksimalkan semua potensi-potensi pada dirinya menjadi seorang yang professional apapun profesinya yang berbasis spiritual. Program ini sangat cocok untuk pelajar, mahasiswa, karyawan, pelaku bisnis dan semua kalangan masyarakat yang selalu beraktivitas dan bersosialisasi dengan orang.
APA ITU SHOT-Training Trade Mark  Technologi  (Spiritual, Hypnosis, m-O-tivation and Therapy)?
S-Spiritual menurut kamus Webster (1963) asal katanya adalah spirit yang berasal dari kata benda bahasa latin ‘Spiritus” berarti nafas (breath) dan kata kerja “Spirare” yang berarti bernafas. Melihat asal katanya , untuk hidup adalah untuk bernafas, dan memiliki nafas artinya memiliki spirit. Menjadi spiritual berarti mempunyai ikatan yang lebih kepada hal yang bersifat kerohanian atau kejiwaan dibandingkan hal yang bersifat fisik atau material. Spiritual merupakan kebangkitan atau pencerahan diri dalam mencapai makna hidup dan tujuan hidup. Spiritual merupakan bagian esensial dari keseluruhan kesehatan dan kesejahteraan seseorang. Spiritual dapat merupakan ekspresi dari kehidupan yang dipersepsikan lebih tinggi, lebih kompleks atau lebih terintegrasi dalam pandangan hidup seseorang, dan lebih dari pada hal yang bersifat indrawi. Salah satu aspek dari menjadi spiritual adalah memiliki arah tujuan, yang secara terus menerus meningkatkan kebijaksanaan dan kekuatan berkehendak dari seseorang, mencapai hubungan yang lebih dekat dengan ketuhanan dan alam semesta dan menghilangkan ilusi dari gagasan salah yang berasal dari alat indra, perasaan, dan pikiran. Pihak lain mengatakan bahwa aspek spiritual memiliki dua proses, pertama proses ke atas yang merupakan tumbuhnya kekuatan internal yang mengubah hubungan seseorang dengan Tuhan, kedua proses ke bawah yang ditandai dengan peningkatan realitas fisik seseorang akibat perubahan internal.
H-Hipnoterapy adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang mempelajari manfaat sugesti untuk mengatasi masalah pikiran, perasaan dan perilaku. Jika Anda mengikuti hipnoterapy, Anda akan dibimbing memasuki kondisi trance (relaksasi pikiran) agar pikiran Anda siap menerima sugesti yang diberikan oleh hypnotherapist (ahli hipnoterapi). Dalam kondisi trance tersebut, pikiran bawah sadar Anda akan diberi sugesti-sugesti positif untuk penyembuhan suatu gangguan psikologis atau untuk mengubah pikiran, perasaan, dan perilaku menjadi lebih baik.
m-O-tivation seringkali diartikan dengan istilah dorongan. Dorongan atau tenaga tersebut merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat. Jadi motif tersebut merupakan suatu driving-force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah-laku, dan di dalam perbuatannya itu mempunyai tujuan tertentu.Setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia selalu di mulai dengan motivasi (niat). Menurut Davies, “Motivasi adalah kekuatan tersembunyi di dalam diri kita yang mendorong kita untuk berkelakuan dan bertindak dengan cara yang khas.” Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan antusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik). Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lainnya.
T-Therapy adalah “usaha untuk memulihkan kesehatan orang yang sedang sakit”. Tidak disebut ‘usaha medis’ dan juga tidak disebut menyembuhkan penyakit. Namun banyak dari para ahli medis menggunakan terapi sebagai suatu usaha pemulihan kesehatan. Maka kita bisa paham bahwa terapi adalah lebih luas daripada sekadar pengobatan atau perawatan. Apa yang dapat memberi kesenangan, baik fisik maupun mental, pada seseorang yang sedang sakit dapat dianggap terapi.
Konsep SHOT (Spiritual Hypnotivation Therapy) berbeda dengan banyak konsep-konsep training yang telah ada dan berkembang saat ini. Penggabungan tiga dimensi yang dianggap sulit dan tidak mungkin telah terbukti. Temuan konsep dengan menggunakan sebuah perubahan pola pikir melalui Hipnosis dan Motivasi dan pola sikap yang dihasilkan dari perjalanan spiritual melalui konsep Mistisisme Islam, di gabungkan maka muncullah sebuah perubahan pola pikir (mindset) dan pola sikap yang seimbang.
Hypnotherapy adalah terapi yang dilakukan pada subjek dalam hypnosis. Kata “hypnosis” adalah kependekan dari istilah James Braid’s (1843) “neuro-hypnotism“, yang berarti “tidurnya sistem syaraf”. Orang yang terhipnotis menunjukan karakteristik tertentu yang berbeda dengan yang tidak, yang paling jelas adalah mudah disugesti. Hypnotherapy sering digunakan untuk memodifikasi perilaku subjek, isi perasaan, sikap, juga keadaan seperti kebiasaan disfungsional, kecemasan, sakit sehubungan stress, manajemen rasa sakit, dan perkembangan pribadi.

Sekilas Tentang Hypnosis

Hypnosis didefinisikan sebagai suatu kondisi pikiran dimana fungsi analitis logis pikiran direduksi sehingga memungkinkan individu masuk ke dalam kondisi bawah sadar (sub-conscious/unconcious), di mana tersimpan beragam potensi internal yang dapat dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan kualitas hidup. Individu yang berada pada kondisi “hypnotic trance” lebih terbuka terhadap sugesti dan dapat dinetralkan dari berbagai rasa takut berlebih (phobia), trauma ataupun rasa sakit. Individu yang mengalami hypnosis masih dapat menyadari apa yang terjadi di sekitarnya berikut dengan berbagai stimulus yang diberikan oleh terapis.
Terapi hypnosis (hypnotherapy) kini merupakan fenomena ilmiah, namun hingga kini masih belum terdapat definisi yang jelas, bagaimana sebenarnya mekanisme kerja hypnotherapy. Beberapa ilmuwan berspekulasi bahwa hypnotherapy menstimulir otak untuk melepaskan neurotransmiter, zat kimia yang terdapat di otak, encephalin dan endhorphin yang berfungsi untuk meningkatkan mood sehingga dapat merubah penerimaan individu terhadap sakit atau gejala fisik lainnya.
Sementara menurut Profesor John Gruzelier, seorang pakar psikologi di Caring Cross Medical School, London, guna menginduksi otak dilakukan dengan mem provokasi otak kiri untuk non aktif dan memberikan kesempatan kepada otak kanan untuk mengambil kontrol atas otak secara keseluruhan. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat otak fokus pada suatu hal secara monoton menggunakan suara dengan intonasi datar (seolah-olah tidak ada hal penting yang perlu diperhatikan).
Secara umum mekanisme kerja hypnotherapy sangat terkait dengan aktivitas otak manusia. Aktivitas ini sangat beragam pada setiap kondisi yang diindikasikan melalui gelombang otak yang dapat diukur menggunakan alat bantu EEG (Electroenchepalograph). Berikut diuraikan berbagai gelombang otak disertai dengan aktivitas yang terkait:
  • Beta ( 14 – 25 Hz)(normal);
    Atensi, kewaspadaan, kesigapan, pemahaman, kondisi yang lebih tinggi diasosiasikan dengan kecemasan, ketidaknyamanan, kondisi lawan/lari
  • Alpha (8 – 13 Hz)(meditatif);
    Relaksasi, pembelajaran super, fokus relaks, kondisi trance ringan, peningkatan produksi serotonin, kondisi pra-tidur, meditasi, awal mengakses pikiran bawah sadar (unconscious)
  • Theta (4 – 7 Hz)(meditatif);
    Tidur bermimpi (tidur REM/Rapid Eye Movement), peningkatan produksi catecholamines (sangat vital untuk pembelajaran dan ingatan), peningkatan kreatifitas, pengalaman emosional, berpotensi terjadinya perubahan sikap, peningkatan pengingatan materi yang dipelajari, hypnogogic imagery, meditasi mendalam, lebih dalam mengakses pikiran bawah sadar (unconscious)
  • Delta (0,5 – 3 Hz)(tidur dalam);
    Tidur tanpa mimpi, pelepasan hormon pertumbuhan, kondisi non fisik, hilang kesadaran pada sensasi fisik, akses ke pikiran bawah sadar (unconscious) dan memberikan sensasi yang sangat mendalam ketika diinduksi dengan Holosinc

Tinjauan Sejarah

Melalui pictograph dan tulisan-tulisan kuno lainnya dapat disimpulkan bahwa hypnosis telah digunakan sejak zaman pra sejarah. Papirus Ebers di Mesir, dokumen yang berusia 3000 tahun, mencatat bagaimana para pendeta mesir melakukan pengobatan. Dijelaskan dalam dokumen tersebut berbagai teknik yang digunakan yang ternyata merupakan gambaran atas mekanisme kerja hypnosis.
Pada era primitif, sedikitnya terdapat dua bentuk hypnosis yang diterapkan, keduanya berkaitan dengan ritual keagamaan, antara lain;
  • pengulangan ritmik (rhythmical repetition)
  • Tarian ritual (frantic dancing)
Pada abad pertengahan, hypnosis diterapkan di antara para bangsawan dan dikenal sebagai “sentuhan bangsawan” (royal touch). Para tokoh hypnosis pada saat itu antara lain adalah Edward the Confessor (1066) dan para raja di Perancis, yang menganggap diri sebagai Tuhan. Ide tersebut kemudian mati di akhir abad ke-18, bersamaan dengan terbitnya periode renaissance, ketika kebanyakan orang mencari dasar ilmiah atas berbagai fenomena. Ritual sentuhan bangsawan dihidupkan kembali pada saat penobatan Charles X. Salah seorang yang berpengaruh pada periode tersebut adalah Paraselsus. Ia beranggapan bahwa tubuh surgawi memberi makan ke tubuh manusia melalui perantara magnet. Ia berkeyakinan bahwa magnet mampu mengobati berbagai penyakit.
Franz Anton Mesmer (1734 – 1815) seorang berkebangsaan Vienna yang kemudian pindah ke Paris menjelaskan lebih lanjut mengenai fenomena penyembuhan menggunakan magnet. Dalam penjelasannya, Mesmer banyak mengkutip ide dari para ahli pendahulunya, antara lain:
  • Paracelsus, dengan idenya mengenai magnet
  • Richard Mead, yang menyatakan bahwa seluruh kehidupan dijalankan oleh hukum alam
  • Father Hell, pendeta jesuit, yang mencoba menemukan cara menyembuhkan orang dengan menggunakan lempengan logam. Lempengan ini kemudian di lewatkan melalui tubuh orang. Ia berkeyakinan bahwa proses penyembuhan dari tubuh surgawi mampu menyembuhkan orang.
Mesmer turut mengklaim bahwa tubuh surgawi menyembuhkan. Dari Richard Mead, ia mendapatkan ide bahwa di setiap tubuh manusia terdapat cairan universal. Ketika cairan tersebut mengalir lancar, segala hal di tubuh berlangsung secara sempurna. Tubuh tidak bekerja secara sempurna, disebabkan karena aliran cairan universal di tubuh terhalang. Mesmer menjalankan lempengan logam melalui tubuh pasien guna melancarkan aliran cairan universal (teori “magnet hewani” / ”animal magnetism”).
Mesmer mengklaim bahwa ia memiliki energi khusus. Ia mengatakan bahwa magnet mengalir ke tubuhnya melalui tongkat ajaib. Ia berkeyakinan bahwa ia dapat menyembuhkan apa pun menggunakan magnet. Pada periode itu ia sangat sukses dengan metode penyembuhannya. Ia kemudian meminta French Academy of Medicine untuk mempelajari metodenya. Komisi yang diketuai oleh Ben Franklin kemudian ditunjuk untuk melakukan penyelidikan berkenaan dengan metode penyembuhan Mesmer. Komisi tersebut menemukan bahwa magnet tidak memberikan efek Mesmer kemudian didiskreditkan pada tahun 1784. Hasil temuan dari komisi menyatakan bahwa magnet tidak menghasilkan efek apa pun.
Marquis de Puysegur (17811825), salah seorang pengikut Mesmer, ketika menerapkan metode yang digunakan Mesmer pada seorang pengembala berusia 24 tahun, menemukan suatu fenomena yang tidak diketahui sebelumnya oleh Mesmer. Ia mendapati bahwa subjek yang dipengaruhi magnet, bukan hanya mengalami fenomena yang tidak awam tetapi juga tertidur lelap. Pada kondisi ini, subjek tidak dapat membuka matanya, berbicara secara kurang jelas namun bertingkah seolah-olah sadar. Puysegur menyebut kondisi ini sebagai “artificial somnambulism”. Joseph Philippe Francois Deleuze (17531835) menemukan bahwa sugesti yang diberikan kepada subjek selama dalam kondisi trance terus terbawa hingga saat subjek tersadar.
Esdaile (1845) seorang dokter Inggris menulis buku, “Mesmerism in India”. Ia bekerja di sebuah penjara di India dan melakukan lebih dari 3000 operasi tanpa menggunakan obat bius. Umumnya pada kondisi ini, 50% dari pasien akan meninggal. Ia melatih para asistennya serangkaian metode tertentu. Dengan metode tersebut, laju kematian dapat ditekan hingga hanya 5%. (kini diketahui penjelasan di balik fenomena ini, pada hypnosis, pendarahan dapat diminimalkan. Selain itu tubuh juga mengembangkan resistensi terhadap infeksi dan tidak mengalami dehidrasi).
Kasus pencabutan gigi pertama menggunakan hypnosis dilakukan pertama kali pada tahun 1823. Diikuti dengan proses melahirkan menggunakan hypnosis pada tahun 1826.
Pada tahun 1880, dua sekolah hypnosis mulai didirikan. Charcot, seorang neurologist (terminologi awal untuk psikolog] di Perancis memberikan hypnosis pada dua belas wanita yang mengalami hysteria. Charcot memberikan demonstrasi pada saat hypnosis para pasien dapat berjalan dan melakukan banyak hal lainnya, namun mereka kembali kehilangan kemampuan tersebut ketika mereka berada pada kondisi normal. Charcot tidak sepenuhnya memahami hypnosis (ia menganggap hypnosis sangat berbahaya dan hanya kepada pasien yang secara mental sakit hypnosis dapat dilakukan).
Bernheim, seorang neurologist Perancis yang sangat terkenal, dan Liebeault, seorang dokter, membuat klinik di Nancy, Perancis. Mereka mengobati lebih dari 12.000 pasien menggunakan hypnosis, dan memperkenalkan konsep suggestibility dan sexuality.
Selama Perang Dunia I dan Perang Dunia II, hypnosis digunakan untuk memberikan perlakuan pada para prajurit yang mengalami trauma. Pada tahun 1955, British Medical Association menyatakan bahwa hypnosis layak digunakan untuk mengobati hysteria dan digunakan sebagai anastesi. Tahun 1958, American Medical Association membuat pernyataan yang sama sekaligus mengkritik keras hypnosis yang ditujukan sebagai hiburan/pertunjukan (stage performance). Tahun 1960, American Psychology Association membentuk dewan penilai kelayakan seorang hypnotis.
Kini beberapa Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi telah memberikan mata kuliah hypnosis. Adapun universitas yang memiliki jurusan khusus hypnosis adalah Universitas Pepperdine di California.

Hypnotherapy

Hypnosis secara perlahan telah menunjukkan keberadaannya seiring dengan semakin meningkatnya penerimaan pada dunia medis. Hypnosis banyak digunakan dibidang seperti pengobatan dan olahraga untuk mengubah mekanisme otak manusia dalam menginterprestasikan pengalaman dan menghasilkan perubahan pada persepsi dan tingkah laku. Aplikasi hypnosis untuk tujuan perbaikan (therapeutic) dikenal sebagai hypnotherapy.
Hypnotherapy telah terbukti memiliki beragam kegunaan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang berkenaan dengan emosi dan perilaku. Bahkan beberapa kasus medis serius seperti kanker dan serangan jantung, hypnotherapy mempercepat pemulihan kondisi seorang penderita. Hal ini sangat dimungkinkan karena hypnotherapy diarahkan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memprogram ulang penyikapan individu terhadap penyakit yang dideritanya.
Hypnosis sangat berguna dalam mengatasi beragam kasus berkenaan dengan kecemasan, ketegangan, depresi, phobia dan dapat membantu untuk menghilangkan kebiasaan buruk seperti ketergantungan pada rokok, alkohol dan obat-obatan. Dengan memberi sugesti, seseorang terapis dapat membangun berbagai kondisi emosional positif berkenaan dengan menjadi seorang bukan perokok dan penolakan terhadap rasa ataupun aroma rokok.
Khusus untuk phobia, hypnotherapy digunakan untuk mereduksi kecemasan yang mengambil alih kontrol individu atas dirinya. Hal ini dapat diwujudkan dengan menciptakan suatu gambaran nyata tentang kondisi yang menyebabkan phobia namun individu tetap dalam kondisi relax, sehingga membantu mereka untuk menyesuaikan ulang reaksi mereka pada kondisi yang menyebabkan phobia menjadi normal dan respon yang lebih tenang.
Hypnotherapy dapat digunakan untuk membawa orang mundur ke masa lampau atau Past Life Regression untuk mengobati trauma dengan memberikan kesempatan untuk merubah “fokus” perhatian. Salah satu Hypnotherapist yang expert di bidang ini adalah Nathalia Sunaidi C.Ht, penulis buku Journey to My Past Lives[1]
Hypnotherapy juga dapat digunakan untuk meningkatkan optimalitas pembelajaran. Berkaitan dengan pembelajaran, hypnotherapy dapat aplikasikan untuk meningkatkan daya ingat, kreativitas, fokus, merubuhkan tembok batasan mental (self limiting mental block) dan lainnya. Tinjau lebih mendalam mengenai hypnotherapy dalam pembelajaran dapat merujuk pada seri buku Total-Mind Learning[2].
Hypnotherapy akan lebih berdaya guna lebih optimal jika dipadukan dengan media terapi lainnya, seperti NLP (Neuro Linguistic Programming) , EFT (Emotional Freedom Therapy) dan lainnya.
Contoh terapi sukses dalam hypnotherapy yang menggunakan NLP (Neuro Linguistic Programming), adalah terapi / hypnotherapy Gagap bicara baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, yang telah diselenggarakan pada sebuah Klinik Hipnoterapi Gagap di Bandung, yang juga menterapi pasien yang trauma public speaking. Pasien hypnotherapy Gagap biasanya cukup datang 1x 4-5.5jam sudah menunjukkan kesembuhan yang sangat signifikan.

Neuro Linguistic Program (NLP)

Neuro Linguistic Program (NLP). merupakan suatu metodolog i yang dikembangkan oleh John Grinder bersama Richard Bandler pada tahun 1970-an. Jurnal Modern Psychology menyatakan “NLP may be the most powerful vehicle for change in existence”.
Inti dari NLP adalah pemahaman tentang bagaimana individu dapat melakukan seluruh aktivitasnya secara sempurna, dengan mempelajari model human excellence. NLP mengidentifikasi dan menentukan proses dan pola pikir dari setiap top performance untuk menemukan perbedaan antara kompetensi dan kesempurnaan. NLP dapat diuraikan menjadi 3 bagian, yaitu Neuro merujuk pada proses neurologis dari melihat, mendengar, merasakan, menghirup dan perabaan, yang kemudian membentuk pengalaman. Liguistic merujuk pada cara kita menggunakan bahasa untuk merepresentasikan, mengorganisasikan pengalaman dan mengkomunikasikannya dengan orang lain. Programming merujuk pada strategi dan teknik yang digunakan untuk mengorganisasikan proses internal yang pada akhirnya akan membawa hasil akhir.
NLP akan lebih berdaya guna bila dipadukan dengan pengalaman hypnotic. Bandler berpendapat bahwa hypnosis merupakan bagian natural dari kehidupan sehari-hari – kita menggunakannya untuk mempengaruhi orang lain, membayangkan apa yang dipikirkan oleh orang lain dan mengulangi kembali pengalaman dalam pikiran kita. Salah seorang hypnotherapist yang dimodel oleh Bandler dan Grinder adalah Milton H. Erickson, MD.

Emotional Freedom Techniques (EFT)

Emotional Freedom Techniques (EFT) adalah serangkaian metode yang berorientasi pada sistem energi tubuh, untuk melepaskan individu dari gangguan emosional dan fisik.
EFT bekerja berdasarkan prinsip berikut:
The cause of all negative emotions is a disruption in the body’s energy system.”
Emosi negatif yang dialami oleh individu umumnya diawali dengan representasi internal yang buruk. Kondisi ini berlanjut oleh gangguan pada sistem energi tubuh. EFT sangat efektif untuk merestorasi sistem energi tubuh.
Penemu EFT adalah Gary Craig EFT Founder
Gary Craig seorang engineer dari Stanford University merupakan murid Dr. Callahan yang menemukan Callahan Technique atau Thought Field Therapy (TFT), walaupun sangat spektakuler hasilnya, tetapi cukup rumit bagi orang awam. Untuk menguasainya diperlukan training yang tidak mudah dan tidak murah.
Dari Gary Craig, istilah EFT dilahirkan. Ia menyederhanakan TFT hingga menjadi teknik yang lebih mudah tetapi tetap efektif hasilnya. Gary telah menguji efektifitas EFT, secara ekstensif secara sistematis, mudah dicerna dan dipraktekkan.
Selama beberapa tahun sejak tahun 1991, Gary berkeliling Amerika untuk menawarkan terapi gratis. Ia mempresentasikan dan menerapkan EFT pada ribuan orang, ia hadir di acara-acara sosial seperti arisan, club gathering dan acara lainnya. Puncaknya, ia menawarkan diri untuk menerapi para veteran perang Vietnam di VA (Veteran Administration) yang telah puluhan tahun menderita PTSD (Post Traumatic Stress Disorder). Para veteran perang yang malang ini selama belasan tahun telah ditangani oleh belasan psikoterapis tanpa menunjukan hasil positif yang signifikan. Ajaibnya, dalam 6 hari, Gary Craig berhasil membebaskan 20 orang veteran dari penderita emosi yang mereka derita selama puluhan tahun.
Di Indonesia, EFT diperkenalkan EFT Center oleh Eddy Iskandar, Ph.D. EFT Center Founder dengan memodifikasi dengan pendekatan secara Holistic. Sehat dari sudut pandang Holistic ( Mind, Soul & Body) bila kita dapat mengontrol 3 P (Pola Fikir, Pola Makan & Pola Hidup). EFT sangat berhubungan erat dengan Holistic konsep, walaupun lebih dikenal dengan Teknik Pembebasan Emosi, namun persoalan emosi merupakan persoalan otak bawah sadar kita, yang 88% memegang peranan dalam Pola Fikir. Sehingga EFT merupakan tool yang sangat DASYAAAT… untuk membuat kita sehat secara Holistik.
Dari berbagai kajian yang telah dibuat, 60% dari mereka yang menggunakan EFT pertama kali telah dapat melepaskan (release) emosi negatif dan “merasa sesuatu yang penting telah berubah” pada kesehatan dan kehidupan mereka. Sementara 20% lagi dapat merasa perubahan semakin baik dan terus mempraktekan teknik ini untuk mendapatkan manfaat dari metode ini. Cuma sebagian kecil yang memerlukan terapi dari Practioner EFT untuk memulihkan kondisi kehidupan mereka.
EFT terbukti telah membantu melalui Mind/Body Healing tech yang sangat berguna untuk penyakit fisik, mental (trauma, fobia- penyakit psikologi), masalah masalah kehidupan seperti kegagalan, keluh kesah dan banyak testimoni yang dibuktikan oleh banyak orang yang sudah menggunakan EFT di seluruh dunia.
Beberapa manfaat EFT dapat mengatasi masalah-masalah sebagai berikut: Trauma & Shock, PTSD (post-traumatic stress disorder), Stress, Depresi, Pelecehan Sexsual, Cemas & Marah, Phobia dan ketakutan, Relationship problems, kesedihan yang mendalam & berbagai kasus penyakit (diabetes, darah tinggi, asam urat, dll), Permasalahan wanita, pria dan anak-anak.
EFT juga baik untuk masalah-masalah fisik seperti: Sakit Punggung, Sakit kepala dan Migrain, Leher kaku, Insomnia (susah tidur), Kecanduan bahan-bahan adiktif, Permasalahan berat badan, kurang kosentrasi, Permasalahan mata, Kurang bergairah, Beberapa bentuk dari dyslexia, Berhenti merokok.

Referensi

  • Ensiklopidia Wikipedia Indonesia Bahasa Indonesia.
  • Putra, Yovan P.;Rahasia di balik Hipnosis Ericksonian dan metode pengembangan pikiran lainnya ISBN 978-979-27-7961-5
  • Burrows, Graham D.; Stanley, Robb O.; Bloom, Peter B.International Handbook of Clinical Hypnosis ISBN 0-471-97009-3.
  • Fricker, Janet; Butler, John; Secrets of Hypnotherapy ISBN 0-7513-1203-7
  • Olness, Karen; Kohen, Daniel P. Hypnosis and Hypnotherapy With Children ISBN 1-57230-054-X
  • Putra, Yovan P.;Total Mind Learning Series: Memori dan Pembelajaran Efektif ISBN 979-543-723-2

Pranala luar

0 komentar:

Posting Komentar

SHOT (Spiritual Hypnotivation Therapy) Training

Welcome Guest